Sekolah: SMA Negeri 1
Pontianak Kota ma p.docxTugas Mtk Peminatan
Polinomial
Kelas: XI MIPA 5
Nama-nama anggota:
1.
Asha Nikita Putri
2.
Atiqa Luthfiyah
3.
M. Nabil Atallah
4.
Satria Anugrah Rojo Suseno
Polinomial
(Suku Banyak)
A. Pemgertian
Pol;inomial
Polinomial
atau suku banyak adalah suatu bentuk aljabar yang terdiri atas beberapa suku
dan memuat satu variable berpangkat bulat positif. Pangkat tertinggi dari varioabel
pada suatu polynomial dinamakan derajat polynomial tersebut. Sejara umum, polynomial
per derajat n dengan variable x dapat dituliskan sebagai berikut:
anxn
+ an-1 xn-1 + an-2 xn-2 + … + an
x2 + a1 x a0
keterangan:
n
bilangan bulat positif dan an ≠ 0
an,
an-1, an-2, …, a2, a1 bilangan real dan disebut
koefisien-koefisien polynomial
a0
bilangan real dan disebut suku tetap (konstan)
B. Penjumlahan,
Pengurangan, dan Perkalian Polinomial
Variable
pada polinomial merupakan suatu bilangan real yang belum diketahui nilainya. Oleh
karena itu, sifat-sifat operasi bilangan real juga berlaku pada operasi polinomial. Misalkan sifat
komutatif, asosiatif, dan distributif berlaku pada operasi suku-suku polinomial
berikut:
4x2
– x2 = (4 – 1)x2 = 3x2 => sifat distributif
3x
x 2x2 = (3 x 2)x1+2 =6x3 => sifat komunitatif dan asosiatif
Penjumlahan
dan pengurangan polynomial dilakukan dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan
suku-suku sejenis yaitu suku-suku yang mempunyai variable berpangkat sama. Perkalian
dua polynomial dilakukan dengan menggunakan sifat distributive.
Secara
umum, jika polynomial p(x) berderajat m dan polynomial q(x) berderjat n,
berlaku sifat-sifat operasi polynomial sebagai berikut:
a. Penjumlahan,
pengurangan, dan perkalian polynomial bersifat tertutup. Artinya, hasil
penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dua polynomial merupakan polynomial juga.
b. Derajat
hasil penjumlahan polynomial p(x) dan q(x) adalah maksimum dari m dan n atau
kurang dari itu.
c. Derajat
hasil pengurangan polynomial p(x) dan q(x) adalah maksimum dari m dan n atau
kurang dari itu
d. Derajat
hasil perkalian polynomial p(x) dan q(x) adalah m + n
C. Kesamaan
Polinomial
Dua
polynomial berderajat n dalam variable x dikatakan sama atau identik jika
koefisien-koefisien x yang berpangkat sama adalah sama. Misalkan p(x) dan q(x) polynomial
sebagai berikut.
p(x)
= anxn + an-1 xn-1 + an-2 xn-2
+ … + a0
q(x)
= bnxn + bn-1 xn-1 + bn-2 xn-2
+ … + b0
p(x)
sama dengan q(x) yaitu p(x) = q(x) jika dan hanya jika an = bn,
an-1 = bn-1, … , a0 = b0
D. Subtitusi Polinom
Substitusi polinom dilakukan untuk
mendapatkan nilai polinom. Substitusi polinom P(x) dengan x = k dapat dilakukan
dengan:
1) Metode substitusi normal Mengganti seluruh
variabel x sistem persamaan polinom dengan k. 2) Metode Horner Bentuk bagan
Horner untuk substitusi: x n x n-1 x n-2 … x 1 x 0 an an-1 an-2
E. Kesamaan Polinom
Kesamaan polinom dilambangkan dengan: Dua buah
sistem persamaan polinom dikatakan memiliki kesamaan jika keduanya: 1) Memiliki
derajat yang sama. 2) Memiliki variabel dan koefisien seletak yang sama antara
polinom ruas kiri dengan kanan. Pada kesamaan polinom tidak berlaku pindah ruas
atau kali silang.
F. Pembagian polinom
Konsep pembagian polinom: 19 5 = 3 + 4 5 yg
dibagi pembagi = hasil bagi + sisa pembagi P(x) Q(x) = H(x) + S(x) Q(x) 1)
Derajat hasil bagi [H(x)] adalah derajat yang dibagi [P(x)] dikurang derajat
pembagi [Q(x)]. 2) Derajat sisa [S(x)] adalah derajat pembagi [Q(x)] dikurang
satu. Pembagian polinom dapat dilakukan dengan:
1) Metode pembagian biasa/susun Membagi
bilangan seperti biasa dengan kurung bagi.
2) Metode Horner Aturan penggunaan:
a.
Letakkan seluruh koefisien dari derajat tertinggi sampai nol di bagian atas.
b.
Letakkan faktor pengali di samping kiri.
c.
Baris bawah bagian kiri adalah hasil bagi, sedangkan bagian kanan adalah sisa.
Bagan Horner tingkat satu Pembagi ax + b x n x n-1 x n-2 … x 1 x 0 an an-1 an-2
G. Teorema Akar – Akar Rasional Misalkan
f(x) = a n x n + a 1-n x 1-n + ... + a 2 x 2 +a 1 x + a 0 = 0 adalah sebuah persamaan
sukubanyak dengan koefisien – koefisien bulat. Jika d c adalah akar rasional
dari f(x) = 0,
DAFTAR
PUSTAKA
Sartono wirodikromo. MATEMATIKA. Jakarta.
Erlangga
B.K Noormandiri. MATEMATIKA. Jakarta. Erlangga
Drs. Sumadi dkk. MATAMATIKA. Jakarta. Tiga
Serangkai
Hernawati,
Kuswari. Handout Aplikasi Komputer Jurdik Matematika FMIPA UNY.
Aksin,
Nur dkk. 2017. MATEMATIKA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten.
Intan Pariwara Sekolah: SMA Negeri 1
Pontianak Kotama p.docxTugas Mtk Peminatan
Polinomial
Kelas: XI MIPA 5
Nama-nama anggota:
1.
Asha Nikita Putri
2.
Atiqa Luthfiyah
3.
M. Nabil Atallah
4.
Satria Anugrah Rojo Suseno
Polinomial
(Suku Banyak)
A. Pemgertian
Pol;inomial
Polinomial
atau suku banyak adalah suatu bentuk aljabar yang terdiri atas beberapa suku
dan memuat satu variable berpangkat bulat positif. Pangkat tertinggi dari varioabel
pada suatu polynomial dinamakan derajat polynomial tersebut. Sejara umum, polynomial
per derajat n dengan variable x dapat dituliskan sebagai berikut:
anxn
+ an-1 xn-1 + an-2 xn-2 + … + an
x2 + a1 x a0
keterangan:
n
bilangan bulat positif dan an ≠ 0
an,
an-1, an-2, …, a2, a1 bilangan real dan disebut
koefisien-koefisien polynomial
a0
bilangan real dan disebut suku tetap (konstan)
B. Penjumlahan,
Pengurangan, dan Perkalian Polinomial
Variable
pada polinomial merupakan suatu bilangan real yang belum diketahui nilainya. Oleh
karena itu, sifat-sifat operasi bilangan real juga berlaku pada operasi polinomial. Misalkan sifat
komutatif, asosiatif, dan distributif berlaku pada operasi suku-suku polinomial
berikut:
4x2
– x2 = (4 – 1)x2 = 3x2 => sifat distributif
3x
x 2x2 = (3 x 2)x1+2 =6x3 => sifat komunitatif dan asosiatif
Penjumlahan
dan pengurangan polynomial dilakukan dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan
suku-suku sejenis yaitu suku-suku yang mempunyai variable berpangkat sama. Perkalian
dua polynomial dilakukan dengan menggunakan sifat distributive.
Secara
umum, jika polynomial p(x) berderajat m dan polynomial q(x) berderjat n,
berlaku sifat-sifat operasi polynomial sebagai berikut:
a. Penjumlahan,
pengurangan, dan perkalian polynomial bersifat tertutup. Artinya, hasil
penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dua polynomial merupakan polynomial juga.
b. Derajat
hasil penjumlahan polynomial p(x) dan q(x) adalah maksimum dari m dan n atau
kurang dari itu.
c. Derajat
hasil pengurangan polynomial p(x) dan q(x) adalah maksimum dari m dan n atau
kurang dari itu
d. Derajat
hasil perkalian polynomial p(x) dan q(x) adalah m + n
C. Kesamaan
Polinomial
Dua
polynomial berderajat n dalam variable x dikatakan sama atau identik jika
koefisien-koefisien x yang berpangkat sama adalah sama. Misalkan p(x) dan q(x) polynomial
sebagai berikut.
p(x)
= anxn + an-1 xn-1 + an-2 xn-2
+ … + a0
q(x)
= bnxn + bn-1 xn-1 + bn-2 xn-2
+ … + b0
p(x)
sama dengan q(x) yaitu p(x) = q(x) jika dan hanya jika an = bn,
an-1 = bn-1, … , a0 = b0
D. Subtitusi Polinom
Substitusi polinom dilakukan untuk
mendapatkan nilai polinom. Substitusi polinom P(x) dengan x = k dapat dilakukan
dengan:
1) Metode substitusi normal Mengganti seluruh
variabel x sistem persamaan polinom dengan k. 2) Metode Horner Bentuk bagan
Horner untuk substitusi: x n x n-1 x n-2 … x 1 x 0 an an-1 an-2
E. Kesamaan Polinom
Kesamaan polinom dilambangkan dengan: Dua buah
sistem persamaan polinom dikatakan memiliki kesamaan jika keduanya: 1) Memiliki
derajat yang sama. 2) Memiliki variabel dan koefisien seletak yang sama antara
polinom ruas kiri dengan kanan. Pada kesamaan polinom tidak berlaku pindah ruas
atau kali silang.
F. Pembagian polinom
Konsep pembagian polinom: 19 5 = 3 + 4 5 yg
dibagi pembagi = hasil bagi + sisa pembagi P(x) Q(x) = H(x) + S(x) Q(x) 1)
Derajat hasil bagi [H(x)] adalah derajat yang dibagi [P(x)] dikurang derajat
pembagi [Q(x)]. 2) Derajat sisa [S(x)] adalah derajat pembagi [Q(x)] dikurang
satu. Pembagian polinom dapat dilakukan dengan:
1) Metode pembagian biasa/susun Membagi
bilangan seperti biasa dengan kurung bagi.
2) Metode Horner Aturan penggunaan:
a.
Letakkan seluruh koefisien dari derajat tertinggi sampai nol di bagian atas.
b.
Letakkan faktor pengali di samping kiri.
c.
Baris bawah bagian kiri adalah hasil bagi, sedangkan bagian kanan adalah sisa.
Bagan Horner tingkat satu Pembagi ax + b x n x n-1 x n-2 … x 1 x 0 an an-1 an-2
G. Teorema Akar – Akar Rasional Misalkan
f(x) = a n x n + a 1-n x 1-n + ... + a 2 x 2 +a 1 x + a 0 = 0 adalah sebuah persamaan
sukubanyak dengan koefisien – koefisien bulat. Jika d c adalah akar rasional
dari f(x) = 0,
DAFTAR
PUSTAKA
Sartono wirodikromo. MATEMATIKA. Jakarta.
Erlangga
B.K Noormandiri. MATEMATIKA. Jakarta. Erlangga
Drs. Sumadi dkk. MATAMATIKA. Jakarta. Tiga
Serangkai
Hernawati,
Kuswari. Handout Aplikasi Komputer Jurdik Matematika FMIPA UNY.
Aksin,
Nur dkk. 2017. MATEMATIKA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten.
Intan Pariwara Sekolah: SMA Negeri 1
Pontianak Kotama p.docxTugas Mtk Peminatan
Polinomial
Kelas: XI MIPA 5
Nama-nama anggota:
1.
Asha Nikita Putri
2.
Atiqa Luthfiyah
3.
M. Nabil Atallah
4.
Satria Anugrah Rojo Suseno
Polinomial
(Suku Banyak)
A. Pemgertian
Pol;inomial
Polinomial
atau suku banyak adalah suatu bentuk aljabar yang terdiri atas beberapa suku
dan memuat satu variable berpangkat bulat positif. Pangkat tertinggi dari varioabel
pada suatu polynomial dinamakan derajat polynomial tersebut. Sejara umum, polynomial
per derajat n dengan variable x dapat dituliskan sebagai berikut:
anxn
+ an-1 xn-1 + an-2 xn-2 + … + an
x2 + a1 x a0
keterangan:
n
bilangan bulat positif dan an ≠ 0
an,
an-1, an-2, …, a2, a1 bilangan real dan disebut
koefisien-koefisien polynomial
a0
bilangan real dan disebut suku tetap (konstan)
B. Penjumlahan,
Pengurangan, dan Perkalian Polinomial
Variable
pada polinomial merupakan suatu bilangan real yang belum diketahui nilainya. Oleh
karena itu, sifat-sifat operasi bilangan real juga berlaku pada operasi polinomial. Misalkan sifat
komutatif, asosiatif, dan distributif berlaku pada operasi suku-suku polinomial
berikut:
4x2
– x2 = (4 – 1)x2 = 3x2 => sifat distributif
3x
x 2x2 = (3 x 2)x1+2 =6x3 => sifat komunitatif dan asosiatif
Penjumlahan
dan pengurangan polynomial dilakukan dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan
suku-suku sejenis yaitu suku-suku yang mempunyai variable berpangkat sama. Perkalian
dua polynomial dilakukan dengan menggunakan sifat distributive.
Secara
umum, jika polynomial p(x) berderajat m dan polynomial q(x) berderjat n,
berlaku sifat-sifat operasi polynomial sebagai berikut:
a. Penjumlahan,
pengurangan, dan perkalian polynomial bersifat tertutup. Artinya, hasil
penjumlahan, pengurangan, dan perkalian dua polynomial merupakan polynomial juga.
b. Derajat
hasil penjumlahan polynomial p(x) dan q(x) adalah maksimum dari m dan n atau
kurang dari itu.
c. Derajat
hasil pengurangan polynomial p(x) dan q(x) adalah maksimum dari m dan n atau
kurang dari itu
d. Derajat
hasil perkalian polynomial p(x) dan q(x) adalah m + n
C. Kesamaan
Polinomial
Dua
polynomial berderajat n dalam variable x dikatakan sama atau identik jika
koefisien-koefisien x yang berpangkat sama adalah sama. Misalkan p(x) dan q(x) polynomial
sebagai berikut.
p(x)
= anxn + an-1 xn-1 + an-2 xn-2
+ … + a0
q(x)
= bnxn + bn-1 xn-1 + bn-2 xn-2
+ … + b0
p(x)
sama dengan q(x) yaitu p(x) = q(x) jika dan hanya jika an = bn,
an-1 = bn-1, … , a0 = b0
D. Subtitusi Polinom
Substitusi polinom dilakukan untuk
mendapatkan nilai polinom. Substitusi polinom P(x) dengan x = k dapat dilakukan
dengan:
1) Metode substitusi normal Mengganti seluruh
variabel x sistem persamaan polinom dengan k. 2) Metode Horner Bentuk bagan
Horner untuk substitusi: x n x n-1 x n-2 … x 1 x 0 an an-1 an-2
E. Kesamaan Polinom
Kesamaan polinom dilambangkan dengan: Dua buah
sistem persamaan polinom dikatakan memiliki kesamaan jika keduanya: 1) Memiliki
derajat yang sama. 2) Memiliki variabel dan koefisien seletak yang sama antara
polinom ruas kiri dengan kanan. Pada kesamaan polinom tidak berlaku pindah ruas
atau kali silang.
F. Pembagian polinom
Konsep pembagian polinom: 19 5 = 3 + 4 5 yg
dibagi pembagi = hasil bagi + sisa pembagi P(x) Q(x) = H(x) + S(x) Q(x) 1)
Derajat hasil bagi [H(x)] adalah derajat yang dibagi [P(x)] dikurang derajat
pembagi [Q(x)]. 2) Derajat sisa [S(x)] adalah derajat pembagi [Q(x)] dikurang
satu. Pembagian polinom dapat dilakukan dengan:
1) Metode pembagian biasa/susun Membagi
bilangan seperti biasa dengan kurung bagi.
2) Metode Horner Aturan penggunaan:
a.
Letakkan seluruh koefisien dari derajat tertinggi sampai nol di bagian atas.
b.
Letakkan faktor pengali di samping kiri.
c.
Baris bawah bagian kiri adalah hasil bagi, sedangkan bagian kanan adalah sisa.
Bagan Horner tingkat satu Pembagi ax + b x n x n-1 x n-2 … x 1 x 0 an an-1 an-2
G. Teorema Akar – Akar Rasional Misalkan
f(x) = a n x n + a 1-n x 1-n + ... + a 2 x 2 +a 1 x + a 0 = 0 adalah sebuah persamaan
sukubanyak dengan koefisien – koefisien bulat. Jika d c adalah akar rasional
dari f(x) = 0,
DAFTAR
PUSTAKA
Sartono wirodikromo. MATEMATIKA. Jakarta.
Erlangga
B.K Noormandiri. MATEMATIKA. Jakarta. Erlangga
Drs. Sumadi dkk. MATAMATIKA. Jakarta. Tiga
Serangkai
Hernawati,
Kuswari. Handout Aplikasi Komputer Jurdik Matematika FMIPA UNY.
Aksin,
Nur dkk. 2017. MATEMATIKA Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Klaten.
Intan Pariwara Sekolah: SMA Negeri 1
Pontianak Kotama p.docxTugas Mtk Peminatan
Polinomial
Kelas: XI MIPA 5
Nama-nama anggota:
1.
Asha Nikita Putri
2.
Atiqa Luthfiyah
3.
M. Nabil Atallah
4.
Satria Anugrah Rojo Suseno
Komentar
Posting Komentar